Email : info@unisri.ac.id;ppmb@unisri.ac.id | Telp. : 0271-853839
Home » Akademik » Anita Kembangkan Model Pembelajaran Project Citizen

Anita Kembangkan Model Pembelajaran Project Citizen

ANITA FKIP

ANITA Trisiana (36) merasa prihatin dengan sikap apatis kebanyakan siswa terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Ia memberi contoh sederhana, seorang siswa mengetahui bahwa sikap tertib dan teratur itu baik, tapi untuk melaksanakan masih sulit. Mereka lebih menonjolkan sikap “semau gue” atau “sak senenge dewe”. Menurut dia, sikap apatis itu tidak baik bagi perkembangan anak menuju dewasa dan perkembangan bangsa.

Jika tidak diantisipasi, sikap-sikap masyarakat Indonesia yang dulu dikenal ramah tamah, care, dan peduli pada sesama akan terkikis. “Lantas, apa yang bisa diperbuat generasi muda penerus bangsa agar pembangunan karakter  sejalan dengan tujuan pendidikan nasional,” kata ketua program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi (FKIP Unisri) Surakarta, kemarin.

Dalam perjalananya, keprihatinan itu mengilhaminya untuk melakukan penelitian dalam studi doktoral (S3) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Judulnya : Pengembangan Model Pembelajaran Project Citizen Untuk Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Atas Kota Surakarta. Dalam penelitian, dia mendorong siswa SMA untuk mengimplementasikan kompetensi sebagai warga negara  dalam kerangka pendidikan karakter bangsa melalui keterlibatan semua komponen sekolah.

“Kami mendorong perkembangan sikap anak-anak yang tidak hanya paham pada tataran kognitif tetapi dapat selaras dengan perilaku dan tindakan. Ini penting untuk pendidikan karakter anak,” kata dia.

Dalam desertasi doktoral yang diujikan Kamis (4/2), perempuan asal Tegal itu tidak sebatas menumbuhkan sikap peduli dan menghilangkan sikap apatis. Lebih jauh lagi, para siswa dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang diambil pemerintah untuk kemajuan bangsa. Menurut dia, melalui pengembangan model Project Citizen guru cukup mudah menerapkan meski membutuhkan pertemuan dua hingga tiga kali dan melibatkan orang banyak, terutama para tokoh masyarakat dan pengambil kebijakan.

Adaptasi model pembelajaran Project Citizen yang dikembangkan di PPKn dapat memperkuat implementasi pendidikan karakter di kurikulum 2013 (K13) secara simultan dan sinergis menguatkan karakter bangsa serta memunculkan pemahaman dan perilaku warga negara yang mampu mencerminkan nilai-nilai karakter.

Bagaimana aplikasinya? Anita menjelaskan, dengan menerapkan Modification of Project Citizen (MPC), guru telah dilengkapi buku panduan, buku guru, buku siswa, serta VCD pembelajaran Project Citizen. Selanjutnya, langkah-langkah MPC yang dilakukan antara lain, penjelasan informasi sesuai kompetensi dasar, mengidentifikasi masalah berbasis pada nilai karakter, memilih masalah untuk dikaji oleh kelas, mengumpulkan informasi terkait masalah yang dipilih, mengembangkan media poster, menyajikan media poster, dan melakukan refleksi pengalaman belajar.

‘’Setelah mendapatkan penjelasan guru dan buku panduan, para siswa menganalisis permasalahan di kelas. Misalnya nilai-nilai Pancasila, ketaatan terhadap hukum, integrasi bangsa, dan demokrasi. Kemudian para siswa mencari informasi dan pengumpulan data dari berbagai sumber. Seperti mewawancarai polisi, ustad, dokter, anggota DPRD, dan lainnya. Kemudian hasil wawancara dan kesimpulan disajikan di kelas, dipaparkan melalui media poster, selanjutnya hasil showcase dikaji oleh guru, dengan melibatkan para pembuat kebijakan. Nah, disitu lah refleksi pengalaman belajar dilakukan,” jelasnya.

Hasil implementasi pembelajaran Project Citizen menjadi MPC mempertimbangkan karakteristik siswa. Baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional maupun intelektual dalam pengembangan kompetensi untuk memperkuat dampak pengiring (nurturant effect) telah efektif dilakukan untuk pendidikan karakter. Hasilnya keterbaharuan pada sikap intelektual yang berpengaruh pada sikap social dan spiritual yang mengarah pada terbentuknya keterampilan. Sehingga hasil pembelajaran terhadap implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat mengarah pada pengembangan kompetensi dan nilai-nilai karakter.(Langgeng Widodo)

Sumber: Suara Merdeka (4/2)

Pada Tanggal : 10 Februari 2016 | Oleh : Humas Unisri
Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

TERKAIT

KATEGORI

Copyright 2017 | unisri.ac.id | UPT Komputer UNISRI