Email : info@unisri.ac.id;pmb@unisri.ac.id | Telp. : 0271-853839
Home » Berita » Teknologi jangan sampai ganggu konsep pembelajaran

Teknologi jangan sampai ganggu konsep pembelajaran

SOLO-Rektor Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Profesor Sutardi mengatakan, hubungan mahasiswa dan dosen kini sudah tidak seperti dulu lagi. Dosen dan mahasiswa kini nyaris tidak ada gap.

Dosen dan mahasiswa menjadi teman diskusi. Mereka bisa berdiskusi kapan saja di mana saja, seiring kemajuan teknologi. Melalui media sosial seperti youtube, instagram, whatsapp, atau email, para mahasiswa bisa mengunduh materi pembelajaran yang diberikan dosen. Mahasiswa juga bisa mengumpulkan tugas maupun nilai melalui media sosial.

Kendati demikian, rektor berpesan, jangan sampai kemajuan teknologi itu justru mengurangi konsep-konsep pembelajaran. Tatap muka dosen dan mahasiswa harus tetap dijaga dan dibina, baik saat perkuliahan maupun konsultasi. Antara mahasiswa dan dosen harus saling menghargai, kedekatan personal diantara keduanya harus dijaga.

Meski sudah menyampaikan update nilai atau laporan pada dosen melalui emai atau whatsapp, namun dosen dan mahasiswa tetap harus bertemu secara fisik dan berdiskusi untuk memastikan apakah nilai yang dilaporkan atau tugas yang dilaporkan sudah benar atau belum. Dalam pertemuan itu pun, dosen bisa memberi nasihat atau bimbingan secara langsung pada mahasiswa.

“Rasanya itu beda, berdiskusi melalui media sosial dengan bertatap muka secara langsung. Dengan bertatap muka langsung, kedekatan personal antara mahasiswa dan dosen akan terus terbina, ini sangat penting,” kata Sutardi ketika membuka seminar interaksi dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unisri dalam meningkatkan proses belajar mengajar di kampus setempat, kemarin.

Dalam kesempatan itu, rektor juga menyampaikan pentingnya ilmu pertanian, mengingat Indonesia adalah negara agraris. “Pertanian itu jangan dipandang sebelah mata. Kalau tidak ada pertanian, apa yang akan kita konsumsi,” katanya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Pertanian Unisri Surakarta Dr Dewi Ratna Nurhayati mengatakan, keberhasilan proses belajar mengajar dibutuhkan kekompakan bersama, dari unsur dosen, mahasiswa, dan lainnya. Dalam kesempatan itu, Dewi juga mengajak koleganya sesama dosen untuk instropeksi.

“Apakah kita sudah benar-benar kompeten dalam mengajar. Contoh kecil, apakah sudah datang tepat waktu saat mengajar,” kata dia di atas mimbar.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, interaksi sangat dibutuhkan di dalam kampus. Apakah itu interaksi internal antara dosen dan mahasiswa, interaksi sesama dosen, interaksi antar karyawan, interaksi uniersitas dengan para alumni, interaksi universitas dengan masyarakat sekitar, dan stake holder lainnya.

“Saya kira kalau segala interaksi itu berjalan dengan baik maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik pula dan universitas kita akan maju,” jelasnya.

Sementara Dr Rudi Hari Murti, SP MP, barasumber yang dihaditkan , menyampaikan bahwa untuk maju diperlukan inovasi dalam pelayanan pendidikan di era yang penuh kompetisi ini, diantaranya prioritas pengembangan SDM yg berintegrasi, beriman, berkualitas, berdaya saing tinggi dan kompeten.
Bidang pertanian sangat berpeluang dalam pengembangan jiwa yg kreatif dan cerdas membaca potensi material. Disertai percaya diri kedisiplinan, fleksibel dalam menyusun kurikulum, jelasnya.

Ingat bahwa untuk maju semua perlu proses, pungkasnya.(#)

kepsen:
Seminar interaksi mahasiswa dan dosen yang digelar di Gedung H lantai 5 Unisri Surakarta, kemarin.

Pada Tanggal : 06 Januari 2020 | Oleh : Humas Unisri
Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

TERKAIT


KATEGORI

Copyright 2020 | unisri.ac.id | UPT Komputer UNISRI