Email : info@unisri.ac.id;pmb@unisri.ac.id | Telp. : 0271-853839
Home » Berita » Unisri Siap Tanggung Biayai Kuliah Zelyca

Unisri Siap Tanggung Biayai Kuliah Zelyca

Wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerja sama antar lembaga Unisri Dr Sutoyo MPd berbincang dengan Zelyca Murtiningsih ketika nyambangi rumah orang tuanya di Dusun Manjung Wetan RT 02 RW 03 Desa Manjung Kecamatan Wonogiri Kota. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Setelah setahun tertunda, keinginan Zelyca Murtiningsih (19) untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi bakal terwujud, tahun ini.
Tim dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta nyambangi warga Dusun Manjung Wetan RT 02 RW 03 Desa Manjung Kecamatan Wonogiri Kota itu, setelah mengetetahui nasibnya yang terlunta-lunta terekspos di media massa.

“Ini adalah wujud kepedulian kami pada masyarakat kurang mampu,” kata wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerja sama antar lembaga Unisri, Dr Sutoyo MPd, ketika nyambangi Zelyca di rumah orang tuanya, kemarin.

Setelah lulus dari SMK swasta di Wonogiri tahun 2017, anak pertama dari pasangan Narto dan Retno Widhiyaningsih itu, ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi terutama program studi Sastra Inggris. Maklum saja, Zely, begitu dia akrab disapa, terbilang cerdas di sekolahnya.

Dia punya kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Jepang serta komputer jaringan, sesuai disiplin ilmu yang dia geluti di sekolah menengah kejuruan. Di sekolah, rangkingnya selalu berada di tiga besar sejak kelas sepuluh.

Namun cita-citanya kandas lantaran tidak ada biaya. Bahkan ijazahnya ditahan pihak sekolah karena punya tunggakan lebih dari Rp 3 juta lantaran uang SPP dan dana pembangunan sejak awal masuk sekolah belum terbayarkan. Boro-boro untuk mengkuliahkan anaknya, untuk biaya hidup saja pas-pasan bagi keluarga tersebut.

Rumah yang sudah ditempati lebih dari 15 tahun keluarga itu, hingga kini masih berlantai tanah. Tidak ada kamar yang tersekat dalam rumah yang terbuat dari papan itu, hampir seluruhnya terbuka. Kalau pun ada sekat hanya kain gorden. Narto yang beranak empat itu pekerjaanya mencari ular dan kodok serta mencari rumput untuk makan sapi tetangga yang digaduhnya.

Untuk bisa menebus ijazahnya yang ditahan pihak sekolah, sebenarnya berbagai upaya sudah dilakukan Zelyca. Mulai dari bekerja di pabrik triplek, merantau ke Jakarta sebagai pelayan warung bakso, hingga pulang kembali ke kampung halaman dan bekerja di swalayan dengan menggunakan ijazah SMP. Namun sayang, beberapa kali uang yang dikirimkan untuk menebus ijazah oleh pihak sekolah dibelokan untuk membiayai sekolah adiknya yang kebetulan juga bersekolah di SMK yang sama.

Namun belakangan Zelyca bersyukur karena ijazahnya ditebus oleh paguyuban perantau Wonogiri setelah kabar penahanan ijazah terekspos di media. Dia pun tambah bersyukur karena bakal bisa mewujudkan mimpi untuk kuliah setelah ada perguruan tinggi yang sanggup membiayai sampai lulus. Namun hatinya juga bergejolak, karena kalau kuliah dia tidak bisa membantu kehidupan oranh tua dan biaya sekolah adiknya.

“Saya berterima kasih pada Unisri yang peduli pada saya, yang menawarkan beasiswa untuk sekolah saya. Bagaimana pun kesempatan ini akan saya manfaatkan, sebab kuliah adalah keinginan saya sejak lulus SMK,” kata Zelyca, yang meneteskan air mata karena terharu menerima tawaran itu.

Orang tuanya pun rela melepas kalau anaknya yang ingin kuliah di Solo, untuk mewujudkan keinginannya sejak lulus SMK. “Terus terang kami kesulitan membiayai anak-anak bersekolah, apalagi sampai ke perguruan tinggi. Makanya kami berterima kasih pada Unisri yang bersedia menanggung biaya kuliah anak saya,” kata Retno.

Wakil Rektor bidang III Unisri, Dr Sutoyo MPd menambahkan, pihak universitas akan memberi beasiswa selama empat tahun atau delapan tahun kuliah gratis melalui program bidik misi. Di luar itu ada masih ada tambahan Rp 650.000 per bulan untuk biaya operasional. “Soal biaya hidup selama kuliah di Solo nanti kita pikirkan bareng-bareng,” katanya.

Menurut Sutoyo, ada tiga program studi yang pas bagi Zelyca dari beberapa program studi di Unisri. Dia yang fasih bahasa Inggris bisa mengambil prodi Hubungan Internasional (HI) atau prodi Pendidikam Bahasa Inggris maupun prodi Pendidikan Teknologi Informasi sesuai disiplin ilmu di SMK. “Terserah dia, mau ambil yang mana, kami hanya mengarahkan,” tuturnya.

Sumber: Suaramerdeka.com (26/5)

Pada Tanggal : 30 Mei 2018 | Oleh : Humas Unisri
Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

TERKAIT


KATEGORI

Copyright 2018 | unisri.ac.id | UPT Komputer UNISRI