Email : info@unisri.ac.id;ppmb@unisri.ac.id | Telp. : 0271-853839
Home » Berita » Unisri Sukses Pentaskan Ketoprak Multikultur

Unisri Sukses Pentaskan Ketoprak Multikultur

Apa jadinya bila mahasiswa bertubuh mungil, Farco Raharjo, menjadi pangeran, mempersunting putri raja yang cantik jelita  yang tidak  lain adalah dosennya sendiri, Herning Surya ?  Sudah pasti, ger-geran, menimbulkan gelak tawa.

Itulah salah satu adegan pentas ketoprak di gedung kesenian taman  Balekambang. Pentas  biasanya  ditonton puluhan orang. Namun Rabu (24/5) ada pemandangan lain, seluruh kursi yang berjumlah 500 dipenuhi penonton dari beragam umur, mulai anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua. Mereka tidak beranjak sampai akhir pertunjukkan.

Pentas ketoprak malam itu memang berbeda dari hari biasa. Pentas gabungan ketoprak Ngesti Budaya Unisri dan Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS) dalam rangka Dies Natalis Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta ke-37, mengangkat lakon Bathok Bolu isi Madu, Kisah Putri dari Tiga Negeri.

Koordinator Ketoprak Ngesti Budaya Unisri, Suharno, mengungkapkan pentas didukung dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni Unisri berjumlah 37 sesuai ulang tahun Unisri yang ke 37. Sementara KSMS menurunkan pemain dan crew 60 seniman profesional.

”  Kami memang bukan pemain profesional. Namun alhamdulillah walaupun hanya berlatih 4 kali bisa imbangi pemain ketoprak profesional. Kesalahan di atas panggung utamanya penggunaan bahasa Jawa yang sering dicampur bahasa indonesia dan tidak hafal nama tokoh lawan main, justru membuat ger-geran ”  ungkapnya.

Lebih lanjut, Suharno yang juga bertindak sebagai penulis naskah memaparkan lakon yang diangkat memang lakon fiktif, mengisahkan suksesi kepemimpinan kerajaan Pasir Batang. Sang raja Bawono Aji, punya tiga anak laki-laki, pangeran Dana Dotho,  Dana Surya dan Iwan Dana, dari tiga istri, mereka berebut ingin menjadi pengganti sang raja.

Untuk menghindari pertumpahan darah antar saudara, sang raja membuat sayembara.  Bisa menjadi raja sebagai pengganti dirinya, bila dapat mencari istri pendamping yang cantik jelita dan memiliki pengawal yang setia.

Diakhir cerita Dana Dotho mendapat putri Mongolia sekaligus diangkat raja di Mongolia. Dana Surya mendapat putri Persia juga sekaligus diangkat sebagai sultan di Persia dan Iwan Dana mendapat  istri seekor kodok yang akhirnya menjelma sebagai Dewi Suryawati putri dari kayangan. Akhirnya Iwan Dana lah yang diangkat sebagai calon raja di Pasir Batang.

” Pesan moral dari kisah ini,  kita jangan memandang rendah orang lain hanya karena penampilan fisik semata. Serta dalam mengejar ambisi sebagai pemimpin jangan menghalalkan segala cara. Diantaranya  menjatuhkan orang lain dengan isu sara. Dalam era global harus saling bergandeng tangan  dengan multi kultur yang dicerminkan pernikahan ketiga pangeran dengan putri  dari Mongolia, Persia dan  bangsa lainnya ” ungkapnya.

Pentas ketoprak dibuka Rektor Unisri, Prof. Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto, dalam sambutannya, sangat mengapresiasi civitas akademika Unisri dan penonton yang hadir dari wilayah Soloraya yang masih mencintai dan nguri-uri kelestarian budaya Jawa, khususnya ketoprak.

” Unisri berkomitmen menggali dan mengembangkan, serta melestarikan budaya, tidak hanya sebagai retorika namun diwujudkan dalam karya nyata seperti pada malam ini. Tidak hanya ketoprak, pada bulan Juli nanti juga akan menggelar wayang kulit ” ungkapnya.

Pentas ketoprak bertambah meriah dan gayeng saat munculnya bintang tamu artis ibu kota Pong Hardjatmo, Kopral Subagyo dan Rambo Nirwana (*)

Pada Tanggal : 29 Mei 2017 | Oleh : Humas Unisri
Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

TERKAIT

KATEGORI

Copyright 2017 | unisri.ac.id | UPT Komputer UNISRI