Home / Berita / Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jeblok, Ini Penyebabnya…

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jeblok, Ini Penyebabnya…

Dekan Fakultas Hukum Unisri Surakarta Dr Dora Kusumastuti mengatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia menyangkut aspek struktural maupun kultural.

Struktural berhubungan dengan kekuasaan, sistem legal dan “power relation”. Sedang kultural terkait dengan budaya, moralitas, norma dan gerakan serta dinamika sosial dalam masyarakat.

Ia mengatakan, negara-negara besar selalu berhasil memperlihatkan indeks persepsi korupsi yang tinggi, pada indeks versi “Transparancy International” artinya penanganan korupsi sangat baik.

Indonesia, kata dia, selalu berada pada indeks yang rendah, di bawah rata-rata dunia (44). Tahun lalu indeks Indonesia mencapai 38, jauh di bawah Singapura dan Malaysia.

“Pemilu sudah di depan mata. Kerawanan terhadap korupsi pada massa tahapan pemilu, tantangan penegakan hukum pada tindak pidana korupsi pasca revisi Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019 menjadi PR besar kita,” kata Doktor Dora.

Dekan Fakultas Hukum Unisri Dr Dora Kusumastuti menyampaikan sambutan dalam seminar pemberantasan korupsi di kampus setempat, Sabtu (27/1/2024)

Dekan Fakultas Hukum Unisri Dr Dora Kusumastuti menyampaikan sambutan dalam seminar pemberantasan korupsi di kampus setempat, Sabtu (27/1/2024)

Hal itu dikatakan ketika memberi sambutan dalam seminar nasional bertema “Quo vadis pemberantasan Korupsi Pasca Pilres 2024” yang diselenggaran Fakultas Hukum Unisri Surakarta, Sabtu (27/1/2024) di kampus setempat.

Seminar yang dibuka Rektor Prof Dr Sutoyo itu menghadirkan tiga pembicara. Yakni, Ketua KPK periode 2011-2015 Dr Abraham Samad pakar hukum tata negara dari Universitas Gajah Mada Dr.Zainal Arifin Muhtar, serta dosen Fakultas Hukum Unisri Dr Bambang Ali.

Dalam paparannya, ketiga pembicara, baik Abraham Samad, Zainal Arifin Muhtar, maupun Bambang Ali sepakat untuk merevisi UU KPK Nomor 19 Tahun 2019. Sebab, UU KPK yang baru tersebut justru melemahkan KPK.

Dalam undang-undang yang baru, kata Abraham Samad, KPK tidak lagi independent seban kini berada di bawah eksekutif sehingga dengan mudah eksekutif masuk ke KPK dan melakukan intervensi.

“Siapa pun nanti yang terpilih menjadi presiden dalam Pemilu 2024, akan kita dorong untuk merevisi undaang undang KPK,” kata Abraham Samad.

“Kalau kita mau membrantas korupsi, maka lembaganya harus kuat, regulasi harus mendukung, dan kesadaran masyarakat juga harus tinggi.”

“Dalam sejarahnya, KPK lahir karena lembaga penegak hukum lainnya, yakni kepolisian dan kejaksaan tidak seperti yang diharapkan, karena sibuk menangani kasus-kasus lainnya di luar korupsi,” kata Abraham Samad.

Rektor Prof Dr Sutoyo mengatakan, seminar nasional “Quo vadis pemberantasan Korupsi Pasca Pilres 2024” adalah sumbangsih Unisri pada negara dalam upaya pembrantasan korupsi.

“Seminar ini tidak berhenti sampai di sini. Hasil seminar ini akan kami kirimkan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti,” kata Prof Sutoyo.(*)


Pelatihan Reviewer Internal dalam Rangka Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Dosen Unisri

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) mengupayakan peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian dosen melalui kegiatan Pelatihan Reviewer Internal,...

Unisri sambut 57 Mahasiswa Inbound Program PMM Tahun 2024

Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyambut 57 mahasiswa Inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun 2024 di Gedung H lantai 5. Kepala suku,...

Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Gelar Pelatihan Statistik untuk Dosen

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pelatihan statistik untuk para dosennya. Pelatihan tersebut dibuat dalam rangka memberikan pembekalan mendalam...

Semangati Anak-anak Uvomi, Wakil Rektor Joko Pramono : Kalian harus Jadi Atlet Berprestasi

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Unisri Surakarta Joko Pramono nyambangi anak-anak Uvomi yang tengah latihan di lapangan Mojosongo Solo, Senin (29/1/2024)...

Guru Besar Unisri Prof Dr Sugiaryo Meninggal Dunia

Guru besar Universitas Slamet Riyadi / Unisri Surakarta Prof Dr Sugiaryo meninggal dunia Minggu (28/1/2024). Dia meninggal akibat kecelakaan tunggal di jalan raya...

FISIP UNISRI Laksanakan Kuliah Kunjungan Institusi ke Jakarta, Ini Rangkaian Kegiatannya

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik / FISIP UNISRI melaksanakan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) ke Jakarta pada 23-26 Januari 2024. KKI ini adalah...

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jeblok, Ini Penyebabnya…

Dekan Fakultas Hukum Unisri Surakarta Dr Dora Kusumastuti mengatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia menyangkut aspek struktural maupun kultural. Struktural berhubungan dengan kekuasaan, sistem...

Copyright 2024 | UNISRI